<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>http://glottopedia.org/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Savio123</id>
	<title>Glottopedia - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://glottopedia.org/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Savio123"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php/Special:Contributions/Savio123"/>
	<updated>2026-04-12T03:05:00Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.34.2</generator>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19320</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19320"/>
		<updated>2024-06-16T12:37:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak tutur ilokusi adalah ucapan yang memiliki daya untuk mencapai keinginan penutur agar mitra tutur dapat mengerjakan apa yang ingin diinginkan penutur dengan mengucapkan sesuatu &amp;lt;ref&amp;gt; Hidayah, Tuti. Sudrajat, Rochmat Tri. 2020. IKIP Siliwangi. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”'' https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/parole/article/view/4466 &amp;lt;/ref&amp;gt;. Tindak tutur ilokusi dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Latar Belakang ==&lt;br /&gt;
Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh [http://glottopedia.org/index.php/John_Langshaw_Austin''' John Langshaw Austin'''] dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh [http://glottopedia.org/index.php/John_R._Searle '''John R. Searle'''] yang merupakan muridnya Austin itu sendiri. Pada awalnya Austin memfokuskan penelitian kepada ucapan terhadap tindakan yang lalu ia menyimpulkan bahwa teori tindak tutur itu terbagi menjadi dua yaitu konstantif dan performatif. Tindak tutur konstantif adalah ucapan yang memiliki sifat benar atau salah, dalam arti ucapan ketika memutuskan dan menginformasikan suatu hal yang bersifat pernyataan faktual. Sementara itu, tindak tutur performatif yakni tuturan yang dapat menghasilkan tindakan tanpa memberikan penekanan terhadap suatu hal yang bersifat benar atau salah. Seperti dalam sebuah amanat upacara &amp;quot;''Hindarilah tindakan kecurangan dalam ujian!''&amp;quot; tuturan tersebut menganjurkan seseorang untuk menghindari tindakannya bukan menetapkan bahwa itu kecurangan atau bukan &amp;lt;ref&amp;gt; Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. https://journal.untidar.ac.id/index.php/kabastra/article/view/7 &amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
John L. Austin, menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.'' &amp;lt;ref&amp;gt; Suryana, Inge. 2014. ''Tindak Tutur Ilokusi Dalam Komik Super Picsou Geant Vol. 164 “Doubleduck Mission: Les Trois Jours Du Canard’’''. 15-19. https://eprints.uny.ac.id/13584/3/BAB%20II.PDF &amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19319</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19319"/>
		<updated>2024-06-16T12:15:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak tutur ilokusi adalah ucapan yang digunakan dalam berkomunikasi untuk mencapai keinginan penutur agar mitra tutur dapat memahami dan mengerjakan apa yang ingin diinginkan penutur. Tindak tutur ilokusi dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Latar Belakang ==&lt;br /&gt;
Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh [http://glottopedia.org/index.php/John_Langshaw_Austin''' John Langshaw Austin'''] dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh [http://glottopedia.org/index.php/John_R._Searle '''John R. Searle'''] yang merupakan muridnya Austin itu sendiri. Pada awalnya Austin memfokuskan penelitian kepada ucapan terhadap tindakan yang lalu ia menyimpulkan bahwa teori tindak tutur itu terbagi menjadi dua yaitu konstantif dan performatif. Tindak tutur konstantif adalah ucapan yang memiliki sifat benar atau salah, dalam arti ucapan ketika memutuskan dan menginformasikan suatu hal yang bersifat pernyataan faktual. Sementara itu, tindak tutur performatif yakni tuturan yang dapat menghasilkan tindakan tanpa memberikan penekanan terhadap suatu hal yang bersifat benar atau salah. Seperti dalam sebuah amanat upacara &amp;quot;''Hindarilah tindakan kecurangan dalam ujian!''&amp;quot; tuturan tersebut menganjurkan seseorang untuk menghindari tindakannya bukan menetapkan bahwa itu kecurangan atau bukan &amp;lt;ref&amp;gt; Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. https://journal.untidar.ac.id/index.php/kabastra/article/view/7 &amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hermansyah, Lutfi Alimansyah. 2021. ''Tindak Tutur Ilokusi Dalam Film Die Freischwimmerin''. 3-4.&lt;br /&gt;
* Suryana, Inge. 2014. ''Tindak Tutur Ilokusi Dalam Komik Super Picsou Geant Vol. 164 “Doubleduck Mission: Les Trois Jours Du Canard’’''. 15-19.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19318</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19318"/>
		<updated>2024-06-16T11:51:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya. Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Latar Belakang ==&lt;br /&gt;
Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh [http://glottopedia.org/index.php/John_Langshaw_Austin''' John Langshaw Austin'''] dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh [http://glottopedia.org/index.php/John_R._Searle '''John R. Searle'''] yang merupakan muridnya Austin itu sendiri. Pada awalnya Austin memfokuskan penelitian kepada ucapan terhadap tindakan yang lalu ia menyimpulkan bahwa teori tindak tutur itu terbagi menjadi dua yaitu konstantif dan performatif. Tindak tutur konstantif adalah ucapan yang memiliki sifat benar atau salah, dalam arti ucapan ketika memutuskan dan menginformasikan suatu hal yang bersifat pernyataan fakta. Sementara itu, tindak tutur performatif yakni tuturan yang dapat menghasilkan tindakan tanpa memberikan penekanan terhadap suatu hal yang bersifat benar atau salah. Seperti dalam sebuah amanat upacara &amp;quot;''Hindarilah tindakan kecurangan dalam ujian!''&amp;quot; tuturan tersebut menganjurkan seseorang untuk menghindari tindakannya bukan menetapkan bahwa itu kecurangan atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hermansyah, Lutfi Alimansyah. 2021. ''Tindak Tutur Ilokusi Dalam Film Die Freischwimmerin''. 3-4.&lt;br /&gt;
* Suryana, Inge. 2014. ''Tindak Tutur Ilokusi Dalam Komik Super Picsou Geant Vol. 164 “Doubleduck Mission: Les Trois Jours Du Canard’’''. 15-19.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19317</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19317"/>
		<updated>2024-06-16T11:46:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya. Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Latar Belakang ==&lt;br /&gt;
Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh [http://glottopedia.org/index.php/John_Langshaw_Austin''' John Langshaw Austin'''] dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri. Pada awalnya Austin memfokuskan penelitian kepada ucapan terhadap tindakan yang lalu ia menyimpulkan bahwa teori tindak tutur itu terbagi menjadi dua yaitu konstantif dan performatif. Tindak tutur konstantif adalah ucapan yang memiliki sifat benar atau salah, dalam arti ucapan ketika memutuskan dan menginformasikan suatu hal yang bersifat pernyataan fakta. Sementara itu, tindak tutur performatif yakni tuturan yang dapat menghasilkan tindakan tanpa memberikan penekanan terhadap suatu hal yang bersifat benar atau salah. Seperti dalam sebuah amanat upacara &amp;quot;Hindarilah tindakan kecurangan dalam ujian!&amp;quot; tuturan tersebut menganjurkan seseorang untuk menghindari tindakannya bukan menetapkan bahwa itu kecurangan atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hermansyah, Lutfi Alimansyah. 2021. ''Tindak Tutur Ilokusi Dalam Film Die Freischwimmerin''. 3-4.&lt;br /&gt;
* Suryana, Inge. 2014. ''Tindak Tutur Ilokusi Dalam Komik Super Picsou Geant Vol. 164 “Doubleduck Mission: Les Trois Jours Du Canard’’''. 15-19.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19316</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19316"/>
		<updated>2024-06-15T05:34:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya. Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Latar Belakang ==&lt;br /&gt;
Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri. Pada awalnya Austin memfokuskan penelitian kepada ucapan terhadap tindakan yang lalu ia menyimpulkan bahwa teori tindak tutur itu terbagi menjadi dua yaitu konstantif dan performatif. Tindak tutur konstantif adalah ucapan yang memiliki sifat benar atau salah, dalam arti ucapan ketika memutuskan dan menginformasikan suatu hal yang bersifat pernyataan fakta. Sementara itu, tindak tutur performatif yakni tuturan yang dapat menghasilkan tindakan tanpa memberikan penekanan terhadap suatu hal yang bersifat benar atau salah. Seperti dalam sebuah amanat upacara &amp;quot;Hindarilah tindakan kecurangan dalam ujian!&amp;quot; tuturan tersebut menganjurkan seseorang untuk menghindari tindakannya bukan menetapkan bahwa itu kecurangan atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hermansyah, Lutfi Alimansyah. 2021. ''Tindak Tutur Ilokusi Dalam Film Die Freischwimmerin''. 3-4.&lt;br /&gt;
* Suryana, Inge. 2014. ''Tindak Tutur Ilokusi Dalam Komik Super Picsou Geant Vol. 164 “Doubleduck Mission: Les Trois Jours Du Canard’’''. 15-19.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19315</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=19315"/>
		<updated>2024-06-15T05:32:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya. Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Latar Belakang ==&lt;br /&gt;
Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri. Pada awalnya Austin memfokuskan penelitian kepada ucapan terhadap tindakan yang lalu ia menyimpulkan bahwa teori tindak tutur itu terbagi menjadi dua yaitu konstantif dan performatif. Tindak tutur konstantif adalah ucapan yang memiliki sifat benar atau salah, dalam arti ucapan ketika memutuskan dan menginformasikan suatu hal yang bersifat pernyataan fakta. Sementara itu, tindak tutur performatif yakni tuturan yang dapat menghasilkan tindakan tanpa memberikan penekanan terhadap suatu hal yang bersifat benar atau salah. Seperti dalam sebuah amanat upacara &amp;quot;Hindarilah tindakan kecurangan dalam ujian!&amp;quot; tuturan tersebut menganjurkan seseorang untuk menghindari tindakannya bukan menetapkan bahwa itu kecurangan atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hermansyah, Lutfi Alimansyah. 2021. ''TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM DIE FREISCHWIMMERIN''. 3-4.&lt;br /&gt;
* Suryana, Inge. 2014. ''Tindak Tutur Ilokusi Dalam Komik Super Picsou Geant Vol. 164 “Doubleduck Mission: Les Trois Jours Du Canard’’''. 15-19.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Talk:Maksim_percakapan&amp;diff=18931</id>
		<title>Talk:Maksim percakapan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Talk:Maksim_percakapan&amp;diff=18931"/>
		<updated>2024-06-06T17:32:42Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: Created page with &amp;quot;Thank you for the insightful information about 'Maksim Percakapan' User: Savio123&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Thank you for the insightful information about 'Maksim Percakapan' [[User: Savio123]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18930</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18930"/>
		<updated>2024-06-06T17:30:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya. Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Latar Belakang ==&lt;br /&gt;
Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri. Pada awalnya Austin memfokuskan penelitian kepada ucapan terhadap tindakan yang lalu ia menyimpulkan bahwa teori tindak tutur itu terbagi menjadi dua yaitu konstantif dan performatif. Tindak tutur konstantif adalah ucapan yang memiliki sifat benar atau salah, dalam arti ucapan ketika memutuskan dan menginformasikan suatu hal yang bersifat pernyataan fakta. Sementara itu, tindak tutur performatif yakni tuturan yang dapat menghasilkan tindakan tanpa memberikan penekanan terhadap suatu hal yang bersifat benar atau salah. Seperti dalam sebuah amanat upacara &amp;quot;Hindarilah tindakan kecurangan dalam ujian!&amp;quot; tuturan tersebut menganjurkan seseorang untuk menghindari tindakannya bukan menetapkan bahwa itu kecurangan atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18929</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18929"/>
		<updated>2024-06-06T17:29:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya. Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Latar Belakang ==&lt;br /&gt;
Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri. Pada awalnya Austin memfokuskan penelitian kepada ucapan terhadap tindakan yang lalu ia menyimpulkan bahwa teori tindak tutur itu terbagi menjadi dua yaitu konstantif dan performatif. Tindak tutur konstantif adalah ucapan yang memiliki sifat benar atau salah, dalam arti ucapan ketika memutuskan dan menginformasikan suatu hal yang bersifat pernyataan fakta. Sementara itu, tindak tutur performatif yakni tuturan yang dapat menghasilkan tindakan tanpa memberikan penekanan terhadap suatu hal yang bersifat benar atau salah seperti dalam sebuah amanat upacara &amp;quot;Hindarilah tindakan kecurangan dalam ujian!&amp;quot; tuturan tersebut menganjurkan seseorang untuk menghindari tindakannya bukan menetapkan bahwa itu kecurangan atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18928</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18928"/>
		<updated>2024-06-06T17:27:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Latar Belakang ==&lt;br /&gt;
Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri. Pada awalnya Austin memfokuskan penelitian kepada ucapan terhadap tindakan yang lalu ia menyimpulkan bahwa teori tindak tutur itu terbagi menjadi dua yaitu konstantif dan performatif. Tindak tutur konstantif adalah ucapan yang memiliki sifat benar atau salah, dalam arti ucapan ketika memutuskan dan menginformasikan suatu hal yang bersifat pernyataan fakta. Sementara itu, tindak tutur performatif yakni tuturan yang dapat menghasilkan tindakan tanpa memberikan penekanan terhadap suatu hal yang bersifat benar atau salah seperti dalam sebuah amanat upacara &amp;quot;Hindarilah tindakan kecurangan dalam ujian!&amp;quot; tuturan tersebut menganjurkan seseorang untuk menghindari tindakannya bukan menetapkan bahwa itu kecurangan atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18927</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18927"/>
		<updated>2024-06-06T17:15:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18926</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18926"/>
		<updated>2024-06-06T17:13:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18925</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18925"/>
		<updated>2024-06-06T17:11:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18924</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18924"/>
		<updated>2024-06-06T17:08:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt; ''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18923</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18923"/>
		<updated>2024-06-06T17:08:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt; ''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18922</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18922"/>
		<updated>2024-06-06T17:07:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt; ''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18921</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18921"/>
		<updated>2024-06-06T17:06:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;''Saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot;'' Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt; ''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata,&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18920</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18920"/>
		<updated>2024-06-06T17:02:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat: &amp;lt;br&amp;gt; ''&amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot;''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya.  Ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya.''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Contohnya ketika penutur berkata&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dalam kalimat tersebut penutur  memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18919</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18919"/>
		<updated>2024-06-06T16:56:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika dua karyawan sedang berbincang di ruangan kantor&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''A: Nanti siang kita makan di restoran kantor ya''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
''B: Oke, jam 1 siang ya''&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. &lt;br /&gt;
Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18918</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18918"/>
		<updated>2024-06-06T16:52:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18917</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18917"/>
		<updated>2024-06-06T16:51:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== '''Ilokusi'''==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &lt;br /&gt;
&amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis Ilokusi ==&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18916</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18916"/>
		<updated>2024-06-06T16:50:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== '''Ilokusi'''==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18915</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18915"/>
		<updated>2024-06-06T16:49:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak tutur ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur digunakan oleh sang penutur dalam berkomunikasi untuk memberikan 'penekanan' tertentu agar mitra tutur dapat memahami apa yang ingin disampaikan penutur. Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). Tindak tutur awalnya muncul ketika digagas oleh John Langshaw Austin dalam bukunya yang berjudul ''How to do Things with Words.'' yang kemudian diperdalam oleh Shearle yang merupakan muridnya Austin itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi menjadi 5 jenis yaitu ''asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi''. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Sementara itu menurut guru dari Searle, Austin, pada awalnya menilai Ilokusi dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu ''verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hidayah, Tuti. 2020. ''Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Film “Papa Maafin Risa”''. 76-77.&lt;br /&gt;
* Chaer, R. 1995. ''Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia''. 69.&lt;br /&gt;
* Safitri, Rizky Dian. Mulyani, Mimi. Farikah. 2021. ''Teori Tindak Tutur dalam Studi Pragmatik''. 61-63.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18914</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18914"/>
		<updated>2024-06-06T16:25:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis asertif dan direktif. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Sementara Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Verdiktif ===&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Eksersitif ===&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Komisif === &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Behabitif ===&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ekspositif === &lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayah, Tuti. 2020. ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA FILM “PAPA MAAFIN RISA”. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chaer, R. 1995. Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia. 69.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18913</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18913"/>
		<updated>2024-06-06T16:23:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis asertif dan direktif. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Sementara Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Verdiktif'''&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Eksersitif'''&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Komisif''' &lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Behabitif'''&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Ekspositif'''&lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayah, Tuti. 2020. ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA FILM “PAPA MAAFIN RISA”. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chaer, R. 1995. Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia. 69.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18912</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18912"/>
		<updated>2024-06-06T16:22:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;''Bisa dipercepat gak jalannya?''&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis asertif dan direktif. Tindak tutur ilokusi asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Sementara Ilokusi direktif dimaksudkan untuk memberikan perintah ataupun pengaruh kepada mitra tutur melalui ucapan penutur. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Verdiktif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksersitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Behabitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspositif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayah, Tuti. 2020. ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA FILM “PAPA MAAFIN RISA”. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chaer, R. 1995. Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia. 69.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18911</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18911"/>
		<updated>2024-06-06T16:19:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Ilokusi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;Bisa dipercepat gak jalannya?&amp;quot; Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Verdiktif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksersitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Behabitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspositif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayah, Tuti. 2020. ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA FILM “PAPA MAAFIN RISA”. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chaer, R. 1995. Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia. 69.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18910</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18910"/>
		<updated>2024-06-06T16:17:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;'''Ilokusi'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;Bisa dipercepat gak jalannya?&amp;quot; Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Verdiktif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksersitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Behabitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspositif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayah, Tuti. 2020. ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA FILM “PAPA MAAFIN RISA”. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chaer, R. 1995. Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia. 69.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Id]]&lt;br /&gt;
[[Category:Semantics]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pragmatics]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18838</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18838"/>
		<updated>2024-06-05T18:38:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;'''Ilokusi'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;Bisa dipercepat gak jalannya?&amp;quot; Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Verdiktif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksersitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Behabitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspositif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Sumber'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayah, Tuti. 2020. ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA FILM “PAPA MAAFIN RISA”. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chaer, R. 1995. Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia. 69.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18837</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18837"/>
		<updated>2024-06-05T18:36:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;'''Ilokusi'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;Bisa dipercepat gak jalannya?&amp;quot; Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Verdiktif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksersitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Behabitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspositif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Sumber'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayah, Tuti. 2020. NALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA FILM “PAPA MAAFIN RISA”. 76-77.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chaer, R. 1995. Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia. 69.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18836</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18836"/>
		<updated>2024-06-05T18:36:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;'''Ilokusi'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;Bisa dipercepat gak jalannya?&amp;quot; Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Verdiktif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksersitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Behabitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspositif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Sumber'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayah, Tuti. 2020. NALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA FILM “PAPA MAAFIN RISA”. 76-77.&lt;br /&gt;
Chaer, R. 1995. Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia. 69.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18835</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18835"/>
		<updated>2024-06-05T18:35:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;'''Ilokusi'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;Bisa dipercepat gak jalannya?&amp;quot; Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Austin: Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Verdiktif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksersitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Behabitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspositif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Sumber'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidayah, Tuti. 2020. NALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA FILM “PAPA MAAFIN RISA”. 76-77.&lt;br /&gt;
Chaer, R. 1995. Pengantar Sintaksis Bahasa Indonesia. 69.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18667</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18667"/>
		<updated>2024-05-30T05:46:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;'''Ilokusi'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;Bisa dipercepat gak jalannya?&amp;quot; Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 5 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Austin: Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Verdiktif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksersitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis tindak tutur ilokusi satu ini memiliki makna untuk menyatakan peringatan ataupun perjanjian. Seperti contoh kalimat &amp;quot;Harap tenang, sedang ada ujian.&amp;quot; Kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur eksersitif yang mana penutur memberikan peringatan kepada warga sekolah untuk tidak membuat keributan atau kebisingan karena ujian sedang dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komisif merupakan tindak tutur yang mengandung perjanjian dalam penuturan kalimatnya antara penutur dengan mitra tutur lainnya. Sebagai contoh ketika &amp;quot;Besok siang kita makan di restoran kantor ya?&amp;quot;, &amp;quot;Oke.&amp;quot; Tuturan kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur komisif karena penutur membuat janji kepada mitra tutur untuk makan siang bersama di restoran kantor dan mitra tutur pun menyetujui janji makan siang bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Behabitif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak tutur behabitif adalah tindak tutur yang mengaitkan suatu tindakan akibat adanya tingkah laku sosial baik itu kabar baik maupun buruk. Seperti ketika penutur mengucapkan selamat atas kemenangan temannya dalam pemilihan ketua OSIS &amp;quot;Selamat ya atas terpilihnya menjadi ketua OSIS.&amp;quot; kalimat tersebut mengandung perasaan maupun ekspresi penutur yang diberikan kepada mitra tutur akibat tingkah laku sosialnya yaitu memenangi pemilihan ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspositif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tindak tutur ekspositif, penutur bermaksud untuk memberikan keterangan atau penjelasan kepada mitra tutur. Contohnya ketika penutur berkata &amp;quot;Rumah saya terbakar karena listrik rumah saya mengalami korsleting.&amp;quot; Dalam kalimat tersebut penutur &lt;br /&gt;
memberikan penjelasan kepada tindak tuturnya yang mana seorang pemadam kebakaran bahwa listrik yang korsleting merupakan penyebab rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Sumber'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jurnal IKIP Siliwangi: Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi.&lt;br /&gt;
Eprints UNY: Tindak Tutur&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18473</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18473"/>
		<updated>2024-05-22T20:34:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;'''Ilokusi'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Tindak tutur ilokusi juga dapat digunakan penuturnya untuk melakukan berjanji, bertaruh, menolak, memesan, dan memerintah (Nadar, 2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Contoh'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;Bisa dipercepat gak jalannya?😡&amp;quot; Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara. Ilokusi juga dapat dikategorikan menjadi 4 hal yaitu verdiktif, eksersitif, komisif, behabitif, dan ekspositif (Austin: Chaer, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Verdiktif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi verdiktif digunakan oleh penuturnya untuk memberikan penilaian atau penetapan terhadap mitra tutur. Contohnya ketika seorang polisi mengatakan kepada seorang pengendara yang melanggar rambu lalu lintas &amp;quot;saya '''memutuskan''' bahwa kamu harus saya tilang.&amp;quot; Hal tersebut menunjukkan bahwa polisi memberikan keputusan kepada mitra tuturnya untuk ditilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Sumber'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jurnal IKIP Siliwangi: Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=User:Savio123&amp;diff=18472</id>
		<title>User:Savio123</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=User:Savio123&amp;diff=18472"/>
		<updated>2024-05-22T20:20:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: Created page with &amp;quot;Hi, I am Deril. A German Literature student!&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Hi, I am Deril. A German Literature student!&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18292</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18292"/>
		<updated>2024-05-10T16:04:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ilokusi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;Bisa dipercepat gak jalannya?&amp;quot; Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jurnal IKIP Siliwangi: Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18266</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18266"/>
		<updated>2024-05-08T18:53:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ilokusi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu tindakan melalui suatu ucapan. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dalam suatu kegiatan masa orientasi sekolah, panitia mengatakan &amp;quot;Bisa dipercepat gak jalannya?&amp;quot; Kalimat tersebut merupakan pertanyaan namun memiliki maksud untuk menyuruh peserta orientasi untuk mempercepat jalannya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18249</id>
		<title>Ilokusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=Ilokusi&amp;diff=18249"/>
		<updated>2024-05-08T13:53:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: Created page with &amp;quot;Ilokusi  Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki maksud tertentu. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). I...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ilokusi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilokusi atau Tindak Tutur Ilokusi merupakan ilmu pragmatik yang memiliki maksud tertentu. Tindak tutur Ilokusi mengandung makna tersirat di dalamnya (Searle, 1969). Ilokusi memiliki jenis Asertif dan Direktif. Tindak tutur Ilokusi Asertif merupakan kalimat yang mengandung makna tersirat dengan tujuan agar lawan bicara memahami maksud pembicara.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
	<entry>
		<id>http://glottopedia.org/index.php?title=User:Wohlgemuth/penyusunan&amp;diff=18247</id>
		<title>User:Wohlgemuth/penyusunan</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://glottopedia.org/index.php?title=User:Wohlgemuth/penyusunan&amp;diff=18247"/>
		<updated>2024-05-08T13:35:42Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Savio123: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Requirements:==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* 2000 to 2500 bytes of article name space content&lt;br /&gt;
* properly formatted&lt;br /&gt;
* properly sourced (books and online)&lt;br /&gt;
* no copyright issues&lt;br /&gt;
* correct definitions&lt;br /&gt;
* proper language&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Division of labor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &amp;lt;nowiki&amp;gt;~~~ : [[Lemma]]&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:MZnursardi|MZnursardi]] ([[User talk:MZnursardi|talk]]) : [[Bahasa Perantara]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Marva|Marva]] ([[User talk:Marva|talk]]) : [[Basa Walikan]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Szasa|Szasa]] ([[User talk:Szasa|talk]]) : [[Denglisch]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Anestyanh|Anestyanh]] ([[User talk:Anestyanh|talk]]) : [[Antonimi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:HansJonathanAM|HansJonathanAM]] ([[User talk:HansJonathanAM|talk]]) : [[Hiponim]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Avizzardhy|Avizzardhy]] ([[User talk:Avizzardhy|talk]]) : [[Leksem]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Asyaasyrd|Asyaasyrd]] ([[User talk:Asyaasyrd|talk]]) [[Dactyl]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:AnnisaZA|AnnisaZA]] ([[User talk:AnnisaZA|talk]]) : [[Root Word]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Safira|Safira]] ([[User talk:Safira|talk]]) [[Stylistic]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Adli.Rifqi|Adli.Rifqi]] ([[User talk:Adli.Rifqi|talk]]) : [[Apocope]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Tangkeallo|Tangkeallo]] ([[User talk:Tangkeallo|talk]]) : [[Implikatur]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Eliyunint|Eliyunint]] ([[User talk:Eliyunint|talk]]) : [[Slang]]&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[User:Taskyazahr|Taskyazahr]] ([[User talk:Taskyazahr|talk]]) : [[Homofon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Zahirah|Zahirah]] ([[User talk:Zahirah|talk]]) [[Fonem]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Vincent|Vincent]] ([[User talk:Vincent|talk]]) : [[Language Change]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User: Salwaa|Salwaa]] ([[User talk: Salwaa|talk]]) : [[Language Acquisition]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Brigittaaemilia|Brigittaaemilia]] ([[User talk:Brigittaaemilia|talk]]) : [[Polylexicality]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:BangkitP|BangkitP]] ([[User talk:BangkitP|talk]]) : [[Simile]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Billy|Billy]] ([[User talk:Billy|talk]]) : [[Metonimia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Ulisng|Ulisng]] ([[User talk:Ulisng|talk]]) : [[Morfem]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:AriefL|AriefL]] ([[User talk:AriefL|talk]]) : [[Directive]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Aurora1823|Aurora1823]] ([[User talk:Aurora1823|talk]]) : [[Acronyms]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:Savio123|Savio123]] ([[User talk:Savio123|talk]]) : [[Illocution]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Savio123</name></author>
		
	</entry>
</feed>